This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 14 Juni 2022

JEMBATAN MERAH HUTAN MANGROVE: BUKAN JEMBATAN MERAH BIASA

Halo sobat TOURa!

Jumpa lagi di blog kita tercinta, memanja rasa dengan eksplor wisata Indonesia. Apa lagi kalo bukan NusanTOURa

        REMBANG - Pada artikel kali ini aku bakal kasih tahu kalian salah satu tempat wisata yang bisa kalian kunjungi di Kota Rembang. Sebelumnya sobat Toura telah mengenal berbagai tempat wisata yang ada di Kota Rembang pada artikel-artikel yang telah ditulis sebelumnya. Mulai dari Situs Candi Malad yang merupakan Pandharmaan Sang Ratu yang terletak di Kecamatan Lasem. Kemudian dilanjutkan Pantai Pasir Putih Wates yang terletak di Kecamatan Kaliori. Dan terakhir kita menjajaki salah satu masjid yang menjadi salah satu tempat transit favorit bagi para musafir yang berada di jalur pantura dan sekaligus dapat menjadi wisata religius atau tempat ziarah yaitu Masjid Agung Rembang. Selanjutnya, pada artikel kali ini kita akan mengenal salah satu tempat wisata di Kota Rembang yang tempatnya tak jauh dari Pantai Caruban. Dimana kita tahu pantai tersebut merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kota Rembang. Tempat yang dimaksud kali ini adalah Jembatan Merah Hutan Mangrove. Kita tahu sendiri bahwa nama “Jembatan Merah” itu sendiri tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Baik itu digunakan sebagai tempat wisata maupun sebagai penghubung jalan sebagaimana fungsi jembatan pada umumnya.

        Memasuki area wisata, kalian akan dihadapkan dengan jembatan kayu yang berwarna warna merah yang dikelilingi hutan bakau tampak rimbun sekali. Saking besarnya pohon-pohon bakau itu sampai membentuk sebuah terowongan sehingga membuat suasana yang ada disana terasa sejuk dan menenangkan.

           Di beberapa titik jembatan merah juga diberi semacam gardu pandang. Sehingga wisatawan bisa naik dan menikmati panorama alam di sekitarnya. Jika kalian terus menyusuri jembatan merah, kalian akan dihadapkan pada pemandangan bibir pantai. Dan di area tersebut itupula juga ditumbuhi banyak pohon mangrove. Walaupun ukurannya relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan pada saat memasuki tempat wisata (gerbang utama). Beberapa waktu lalu, lokasi ini ditanami bibit pohon bakau yang saat ini ukurannya sudah besar. Sehingga pemandangan terlihat sangat indah dimana terdapat perpaduan antara birunya laut pesisir tampak serasi berpadu dengan warna hijau pohon-pohon bakau yang tumbuh disekitarnya yang terlihat kokoh dan tegak Seakan tak goyah dengan terpaan angin dari lautan.

           Jika air laut sedang surut, wisatawan dapat turun sembari bermain di area sekitar pantai tersebut. Kalian dapat melihat kepiting-kepiting kecil yang bergerak lincah berpindah dari lubang satu ke lubang lainnya. Di tempat itu juga ada perahu yang di sulap sebagai warung. Sehingga sangat cocok digunakan sebagai tempat untuk melepas penat sembari menikmati suasana pantai. Selain itu, pada saat sore hari kalian akan disuguhkan dengan pemandangan sunset yang sangat memanjakan mata. Hal serupa juga di ungkapkan oleh Hadi Wijaya sebagai salah satu pengunjung tempat wisata tersebut. Menurutnya, tempat ini sangat cocok buat melepas kepenatan apalagi jika datang bersama dengan pasangan atau keluarga. “Tempatnya sangat bagus. Bisa melihat banyak jenis mangrove di sini. Banyak pula mangrove muda di sekitar pantai. Beberapa saung atau gazebo dibangun di sini, bisa digunakan gratis oleh pengunjung. Di beberapa sudut bisa dijadikan tempat selfie yang instagramable. Cocok buat melepas kepenatan, lebih asoy jika bersama pasangan atau keluarga.” tuturnya.

     Daya tarik destinasi wisata ini juga ditunjang dengan berbagai fasilitas yang dibangun oleh pengelola untuk menunjang kegiatan wisata. Fasilitas yang dibangun antara lain, gazebo, toilet umum, tempat parkir yang luas, musholla, spot foto, papan informasi, dan fasilitas protocol kesehatan seperti tempat cuci tangan yang disediakan oleh pengelola untuk menunjang kenyamanan wisatawan saat melakukan kegiatan wisata.

        Menurut warga sekitar, beberapa puluh tahun yang lalu di wilayah ini kerap terkena abrasi. Sehingga warga pun memperkuat wilayah pantai dengan menanam mangrove. Jika dilihat, sekarang lokasi yang ditumbuhi mangrove bukan hanya di kawasan wisata ini saja. Tetapi sudah membentang hingga sekitarnya. Ukurannya pun juga sudah besar-besar sehingga tampak kokoh dan kuat.

 

- Fahmi Rozaq Bahari -

 

PANTAI BARU YANG BERSIH DAN NYAMAN WISATA PANTAI NGEDEN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA

Halo sobat TOURa!

Jumpa lagi di blog kita tercinta, memanja rasa dengan eksplor wisata Indonesia. Apa lagi kalo bukan NusanTOURa

GUNUNGKIDUL - Pantai Ngeden merupakan salah satu wisata alam yang berada di Gunungkidul, Pantai Ngeden atau dulu sering di sebut Pantai Ngedan ini menjadi buruan baru bagi penggemar wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, Pantai Ngedan atau Pantai Ngeden berada di Dusun Bedalo, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta

Pantai Ngeden selain masih bersih, alami juga masih sunyi karena belum banyak wisatawan yang mengetahui tempat ini. Pantai Ngeden ini terletak di antara jajaran pantai Gunungkidul lainnya di sebelah timur Pantai Ngeden ada pantai yang sudah lebih terkenal yaitu Pantai Ngobaran dan di sebelah baratnya ada Pantai Butuh.

Pantai Ngeden ini memiliki pesona keindahan alam yang tak kalah indah dengan lainnya. Dan justru karena tidak padat pengunjung inilah anda bakal bisa lebih menikmati keindahannya dengan leluasa. Dalam segi pembangunan pantai ini memang bisa dibilang baru meskipun sebenarnya sudah lama ada. Daya tarik pantai ini lingkungan yang masih cukup bersih dengan pasir putihnya.

Dipinggir pantai juga akan anda temui tebing karang yang unik dan kamu bisa berimajinasi dari atas sini atau sekedar berfoto selfie. Yang bikin lebih komplit lagi adalah dengan adanya bukit dipinggir pantai yang lengkap dengan gardu pandangnya. Hamparan rumput hijau di bukit ini akan semakin memanjakan mata anda. Lengkap sudah wisata anda jika berkunjung disini karena bisa menikmati wisata pantai sekaligus wisata alam. Disini anda juga bisa bermain air dipinggir pantai namun bagaimanapun aman pantai dimana saja, kita harus tetap waspada dan hati – hati.

Jika dari arah Yogyakarta anda bisa mengikuti rute sebagai berikut: Jogja – Jalan Wonosari – Bukit Bintang – Sambipitu – Bangjo timur Lanud TNI AU Gading ambil ke kanan – Pertigaan Pasar Playen ke kanan lalu belok lagi ke kiri atau arah Paliyan – Pertigaan Pasar Paliyan ke kiri – Pertigaan Polsek Paliyan ke kanan – Pertigaan setelah Telaga Namberan ambil ke kanan – Pertigaan setelah Komplek Kantor Camat Saptosari ambil kanan – Lapangan Saptosari – SDN 1 Jetis – Pertigaan depan Balai Desa Jetis ambil kiri – Lapangan Ngloro – Pertigaan ke kanan – Pertigaan Ngejaman Ngondel ambil kiri – SMPN 2 Saptosari – SDN Negeri Bibis – Pertigaan ke kanan dan silahkan ikuti papan petunjuk sampai ke Pantai Ngedan atau Pantai Ngeden.


- Muhammad Vaydh Rabbani -

DIANTARA WISATA DAN RELIGI WISATA GUNUNG BROMO TENGGER JAWA TIMUR

Halo sobat TOURa!

Jumpa lagi di blog kita tercinta, memanja rasa dengan eksplor wisata Indonesia. Apa lagi kalo bukan NusanTOURa

JATIM - Gunung Bromo, siapa yang tidak mengenal kepopuleran gunung berapi yang masih aktif ini. Gunung Bromo adalah gunung yang paling terkenal di Jawa Timur dengan kunjungan yang paling ramai setiap tahunnya.

Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 Meter dari atas permukaan laut dan berada dalam empat lingkup kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Malang. Keadaan alam gunung Bromo bertautan pula dengan lembah, ngarai, caldera atau lautan pasir dengan luas sekitar 10 Km.

Gunung Bromo juga termasuk dalam satu kawasan Bromo Tengger Semeru National Park, dimana terdapat beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi seperti, Gunung Semeru, Gunung Tengger, Gunung Batok, beberapa danau dan Gunung Bromo sendiri.

Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Gunung Bromo telah mengalami letusan dengan interval waktu yang teratur dalam 20 abad ini, yakni sekitar 30 tahun sekali. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974 dan kembali meletus di tahun 2010.

Selain keindahan yang tersimpan di Gunung Bromo, Yadna Kasada atau Upacara Kasodo lah yang membuat Gunung Bromo menjadi tujuan destinasi utama setiap tahunnya. Upacara Kasodo digelar setiap tahun pada bulan purnama di bulan Desember atau January.

Asal muasal Upacara Kasodo ini bermula sejak abad ke-15 di mana diceritakan tentang seorang putri bernama Roro Anteng yang memimpin kerajaan Tengger dengan suaminya, Joko Seger. Pasangan ini tidak memiliki anak dan karena itu mereka berdoa dan memohon kepada dewa-dewa gunung untuk diberikan anak.

Dari permohonan mereka, dewa memberi 24 anak dan mewajibkan bagi mereka untuk mengorbankan anak ke 25 mereka untuk dilempar kedalam gunung berapi. Permintaan dewa inipun dilaksanakan sehingga menjadi tradisi sampai saat ini. Rakyat Tengger melakukan upacara Kasada dengan melemparkan hasil bumi ke dalam kawah Bromo sebagai ucapan syukur atas panen yang diterima dan sebagai permohonan untuk panen yang lebih melimpah di musim selanjutnya.

Meskipun penuh dengan bahaya, terdapat beberapa penduduk setempat yang mengambil resiko dengan naik dan turun ke kawah dalam upaya untuk mengambil kembali barang yang dikorbankan yang diyakini bisa membawa keberuntungan.

- Muhammad Vaydh Rabbani -